SKOT 79 KEMBALI MENGGEGAR

Skot 79 begitu lama sekali menyepi. insya allah, bermula detik malam 19 Mei 2013 ini, Skot79 akan memulakan Tsunami Pemikiran kearah mentransformasikan kor agar bergerak seiring dengan keperluan semasa.

Masalah utama yang dihadapi oleh Skot79 adalah binaan "Monolith" yang merentangi jalan Transformasi. Meskipun begitu, skot79 akan membuka jalan baru yang tidak merosakkan 'monolith' itu sebaliknya meninggalkannya untuk diabadikan dalam kitab-kitab sejarah bagi tatapan generasi akan datang

Sekian untuk kali ini sebagai pemula bicara..

Peringatan buat Skot79

MELURUSKAN CERITA TENTANG TSA’LABAH BIN HAATHIB

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ada sebuah hadits yang berbunyi:

وَيْحَكَ يَا ثَعْلَبَةُ، قَلِيْلٌ تُؤَدِّيْ شُكْرَهُ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرٍ لاَتُطِيْقُهُ. أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُوْنَ مِثْلَ نَبِيِّ اللهِ، فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ شِئْتُ أَنْ تَسِيْلَ مَعِيَ الْجِبَالُ فِضَّةً وَذَهَبًا لَسَالَتْ.

“Artinya : Celaka engkau wahai Tsa’labah! Sedikit yang engkau syukuri itu lebih baik dari harta banyak yang engkau tidak sanggup mensyukurinya. Apakah engkau tidak suka menjadi seperti Nabi Allah? Demi yang diriku di tangan-Nya, seandainya aku mau gunung-gunung mengalirkan perak dan emas, niscaya akan mengalir untukku”

TAKHRIJ HADITS.
Hadits ini diriwayatkan oleh: 
Ibnu Jarir dalam Jami’ul Bayaan (VI/425 no. 17002), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir (VIII/218-219, no. 7873), ad-Dailamy, Ibnu Hazm dalam al-Muhalla (XI/208) dan al-Wahidi dalam Asbaabun Nuzul (hal. 257-259). 

Semuanya telah meriwayatkannya dari jalan Mu’aan bin Rifa’ah as Salamy dari Ali bin Yazid dari al-Qasim bin Abdur Rahman dari Abu Umamah al-Baahiliy, ia berkata: “Bahwasanya Tsa’labah bin Hathib al-Anshary datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata: “Ya Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar aku dikarunia harta.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: (Ia pun menyebutkan lafazh hadits di atas). 

Lanjutan hadits ini adalah sebagai berikut:
Kemudian ia (Tsa’labah) berkata: “Demi Dzat yang mengutusmu dengan benar, seandainya engkau memohon kepada Allah agar aku dikaruniai harta (yang banyak) sungguh aku akan memberikan haknya (zakat/sedekah) kepada yang berhak menerimanya.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: “Ya Allah, karuniakanlah harta kepada Tsa’labah.” 

Kemudian ia mendapatkan seekor kambing, lalu kambing itu tumbuh beranak, sebagaimana tumbuhnya ulat. Kota Madinah terasa sempit baginya. 

Sesudah itu, ia menjauh dari Madinah dan tinggal di satu lembah (desa). Karena kesibukannya, ia hanya berjama’ah pada shalat Zhuhur dan Ashar saja, dan tidak pada shalat-shalat lainnya. Kemudian kambing itu semakin banyak, maka mulailah ia meninggalkan shalat berjama’ah sampai shalat Jum’at pun ia tinggalkan. 

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para Shahabat: “Apa yang dilakukan Tsa’labah?”

Mereka menjawab: “Ia mendapatkan seekor kambing, lalu kambingnya bertambah banyak sehingga kota Madinah terasa sempit baginya,…” 

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam mengutus dua orang untuk mengambil zakatnya seraya bersabda: “Pergilah kalian ke tempat Tsa’labah dan tempat fulan dari Bani Sulaiman, ambillah zakat mereka berdua.” 

Lalu keduanya pergi mendatangi Tsa’labah untuk meminta zakatnya. Sesampainya disana dibacakan surat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan serta merta Tsa’labah berkata: “Apakah yang kalian minta dari saya ini, pajak atau sebangsa pajak? Aku tidak tahu apa sebenarnya yang kalian minta ini!”

Lalu keduanya pulang dan menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala beliau melihat kedua-nya (pulang tidak membawa hasil), sebelum mereka berbicara, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Celaka engkau, wahai Tsa’labah! Lalu turun ayat: 

“Artinya : Dan di antara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah: ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.’ Maka, setelah Allah mem-berikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” [At-Taubah: 75-76]

Setelah ayat ini turun, Tsa’labah datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mohon agar diterima zakatnya. 

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menjawab: “Allah telah melarangku menerima zakatmu.” Hingga Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beliau tidak mau menerima sedikit pun dari zakatnya. 

Dan Abu Bakar, ‘Umar, serta ‘Utsman pun tidak menerima zakatnya di masa khilafah mereka.

Keterangan: HADITS INI (ضَعِيْفٌ جِدًّا) LEMAH SEKALI
Lihat Dha’if Jami’ush Shaghiir (no. 4112).

Karena dalam sanad hadits ini ada dua orang perawi yang lemah:
[1]. Ali bin Yazid, Abu Abdil Malik, seorang rawi yang sangat lemah.
Imam al-Bukhari dalam kitabnya berkata: “Ali bin Yazid, Abu ‘Abdil Malik al-Hany ad-Dimasyqy adalah seorang perawi yang Munkarul Hadits.” 
Imam an-Nasa-i berkata: “Ia meriwayatkan dari Qasim bin ‘Abdirrahman, ia Matrukul Hadits.” [Lihat adh-Dhu’afaa’ wal Matrukiin (no. 455).]
Imam ad-Daraquthny berkata: “Ia seorang matruk (yang ditingggalkan haditsnya dan tertuduh dusta).”
Imam Abu Zur’ah berkata: “Ia bukan orang yang kuat.” 
Imam al-Haitsamy berkata: “ ‘Ali bin Yazid adalah seorang matruk.”
[Periksa: Mizaanul I’tidal (III/161, no. 5966), Taqriibut Tahdziib (II/705, no. 4933), al-Jarh wat Ta’dil (VI/208), Lisanul Mizan (VII/ 314), Majmu’uz Zawaaid (VII/31-32)]

[2]. Mu’aan bin Rifaa’ah as-Salamy, seorang perawi yang dha’if (lemah).
Ibnu Hajar berkata: “Ia adalah seorang rawi yang lemah dan ia sering memursalkan hadits.” [Periksa: Taqriibut Tahdziib (II/194, no. 6771)]
Kata Imam adz-Dzahabi: “Ia tidak kuat haditsnya.” [Periksa: Mizaanul I’tidal (IV/134)]
Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Hammad, ia berkata: “Salamah dari Ibnu Ishaq dari ‘Amr bin ‘Ubaid dari al-Hasan: ‘Bahwa yang dimaksud ayat itu (9: 75) adalah Tsa’labah bin Haathib Mu’aththib bin Qusyair keduanya dari bani ‘Amr bin ‘Auf.’” [Periksa: Jami’ul Bayaan fii Ta’-wiilil Qur-aan (IV/ 427, no. 17005)]

Adapun kelemahannya adalah:
[1]. Mursal Hasan al-Bashry, ia seorang tabi’in.
[2]. ‘Amr bin ‘Ubaid Abu ‘Utsman al-Bashri al-Mu’tazili.
Kata Ibnu Ma’in: “Tidak boleh ditulis haditsnya.”
Kata Imam an-Nasaa-i: “Matruk, tidak kuat, tidak boleh ditulis haditsnya.”
Kata Imam al-Fallas: “ ‘Amr ditinggalkan haditsnya dan dia adalah ahli bid’ah.”
Kata Abu Hatim: “Matrukul Hadits.”
[Lihat Mizaanul I’tidal (III/273-280) dan Tahdzibut Tahdzib (VIII/62-63)]

PARA ULAMA YANG MELEMAHKAN HADITS-HADITS INI
Di Antaranya ialah:
[1]. Imam Ibnu Hazm, ia berkata: “Riwayat ini bathil.” [l-Muhalla (XI/207-208).]
[2]. Al-hafizh al-’Iraqy berkata: “Riwayat ini dha’if.” [Lihat Takrij Ahaadits Ihya’ Ulumuddin (III/287).]
[3]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany berkata: “Riwayat tersebut dha’if dan tidak boleh dijadikan hujjah.” [Lihat Fat-hul Baari (III/266)]
[4]. Ibnu Hamzah menukil perkataan Baihaqi: “(Riwayat ini) dha’if.” [Lihat al-Bayan wat Ta’rif (III/66-67)]
[5]. Al-Munawi berkata: “(Riwayat ini) dha’if.” [Lihat Fai-dhul Qadir (IV/527).]
[6]. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Hadits ini dha’ifun jiddan.” [Lihat Silsilatul Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (IX/78 no. 4081)]

RIWAYAT YANG BENAR
Tsa’labah bin Haathib adalah seorang Sahabat yang ikut dalam perang Badar sebagaimana disebutkan oleh:
[1]. Ibnu Hibban dalam kitab ats-Tsiqaat (III/36).
[2]. Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab al-Istii’ab (hal. 122).
[3]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany di dalam kitab al-Ishaabah fii Tamyiizish Shahaabah (I/198). Beliau ber-kata: “Tsa’labah bin Hathib adalah Shahabat yang ikut (hadir) dalam perang Badar.

Sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang ahli Badar:

لَنْ يَدْخُلَ النَّارَ رَجُلٌ شَهِدَ بَدْرًا وَالْحُدَيْبِيَّةَ.

“Artinya : Tidak akan masuk Neraka seseorang yang ikut serta dalam perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah.” [HR. Ahmad (III/396), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 2160)]

[4]. Kata Imam al-Qurthuby (wafat th. 671 H): “Tsa’labah adalah badry (orang yang ikut perang Badar), Anshary, Shahabat yang Allah dan Rasul-Nya saksikan tentang keimanannya seperti yang akan datang penjelasannya di awal surat al-Mumtahanah, adapun yang diriwayatkan tentang dia (tidak bayar zakat) adalah riwayat yang TIDAK SHAHIH. [Tafsir al-Qurthuby (VIII/133), cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah]

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HIKAYAT TSA'LABAH YANG TIDAK BENAR DI ATAS
Sesudah kita mengetahui kelemahan riwayat tersebut, maka tidak halal bagi seorang muslim pun untuk mem-bawakan riwayat Tsa’labah sebagai permisalan kebakhilan, karena bila kita bawakan riwayat itu berarti:

Pertama : Kita berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua : Kita menuduh seorang Shahabat ahli Surga dengan tuduhan yang buruk. 
Ketiga : Kita telah berdusta kepada orang yang kita sampaikan cerita tersebut kepadanya.

Ingat, kita tidak boleh sekali-kali mencela, memaki atau menuduh dengan tuduhan yang jelek kepada para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ.

“Artinya : Barangsiapa mencela Shahabatku, maka ia mendapat laknat dari Allah, Malaikat dan seluruh manusia.” [ HR. Ath-Thabrani di dalam kitab al-Mu’jamul Kabir (XII/110, no. 12709) dan hadits ini telah di-hasan-kan oleh Imam al-Albany dalam Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 2340), Shahih al-Jaami’ush Shaghir (hal. 2685)]

Wallaahu a’lam bish Shawaab.

[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
_________
MARAAJI’
[1]. Tsa’labah bin Haathib ash-Shahaby al-Muftara’ ‘alaihi, oleh ‘Adab Mahmud al-Humasy, cet. Daarul Amaani, Riyadh, th. 1407 H.
[2]. Asy-Syihaab ats-Tsaqiib fidz Dzabbi ‘anish Shahabil Jalil Tsa’labah bin Haathib, oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilaly, Daarul Hijrah, cet. II, th. 1410 H.
[3]. Mizaanul I’tidal fii Naqdir Rijal, oleh Imam adz-Dzahaby, tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bijaawy, cet. Daarul Fikr.
[4]. Majmu’-uz Zawaa-id wa Mamba-ul Fawaa-id, oleh Imam al-Haitsamy.
[5]. Al-Muhalla, oleh Ibnu Hazm.
[6]. Tafsir ath-Thabary, oleh Imam ath-Thabary, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
[7]. Tafsir al-Qurthuby, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshary al-Qurthuby.
[8]. Taqriibut Tahdziib, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqa-lany, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
[9]. Al-Jarh wat Ta’dil, oleh Ibnu Abi Hatim ar-Razy, cet. Daarul Fikr.
[10]. Al-Mu’jamul Kabir, oleh Imam ath-Thabary, tahqiq: Hamdi Abdul Majid as-Salafy.
[11]. Adh-Dhu’afa’ wal Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i, cet. Daarul Fikr. 
[12]. Fai-dhul Qadir, oleh al-Munawy, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
[13]. Fat-hul Baari, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, cet. Daarul Fikr.
[14]. Al-Ishaabah fii Tamyizish Shahabah, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar ‘al-‘Asqalany.
[15]. Al-Istii’ab bi Ma’rifatil Ash-haab, oleh al-Hafizh Ibnu ‘Abdil Barr (bihaamisy al-Ishaabah.)
[16]. Lisaanul Miizan, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.
[17]. Ihya’ ‘Ulumuddin, oleh Imam al-Ghazaly, (bi Haamisyihi takhrij lil-Hafizh al-‘Iraaqy.), cet. Daarul Fikr, th. 1418.
[18]. At-Tashfiyyah wat Tarbiyyah wa Aatsaariha fisti’naafil Hayaatil Islaamiyyah, oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Atsary.
[19]. Asbaabun Nuzul, oleh Imam Abul Hasan ‘Ali bin Ahmad al-Wahidy, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
[20]. Tahdziibut Tahdziib, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.
[21]. Silsilatul Ahaadits adh-Dha’iifah wal Maudhuu’ah, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.
[22]. Shahih al-Jaami’-ush Shaghir, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.

Ibadah Ramadhan oleh Lt Kol Dr Burhanuddin

IBADAH RAMADAN


“wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa sepertimana diwajibkan keatas umat yang terdahulu mudah-mudahan dengannya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”

(Surah al-Baqarah ayat 183). Selamat menyambut bulan Ramadhan al-mubarak kepada semua rakan dan sahabat dengan iringan doa dan harapan, semoga Ramadhan yang kita tempuhi dan harungi berbekalkan semangat iman dan taqwa serta membawa impak dan erti yang sangat besar dalam kehidupan, khususnya dalam konteks menjalin dan mengukuhkan hubungan kita dengan Allah (hablun minAllah) dan hubungan kita sesama manusia (hablun Minannas) melalui melalui proses pentarbiahan dan pendidikan madrasah Ramadhan. Sebagai seorang Mukmin, marilah kita menghayati Ramadhan yang ianya sinonim dengan ibadah puasa. Konotasi puasa membawa maksud yang tersurat dan tersirat. Puasa merupakan ibadah yang paling hampir dengan makna keikhlasan bagi seorang hamba. Ini kerana ibadat puasa merupakan rahsia antara hamba dan Tuhannya. Seorang yang berpuasa boleh berbuka tanpa diketahui oleh orang lain, tetapi kerana ketaqwaannya kepada Allah yang mengetahui zahir dan batinnya, dan kerana mengharapkan pahala dan redha Allah, ia tidak melakukanya. Itulah sebabnya ibadat ini istimewa dari yang lain. Sifat inilah yang paling berharga dalam kehidupan seorang Muslim kerana amalan yang tidak disertai dengan keikhlasan tidak diterima oleh Allah dan tidak membuahkan hasil Ramadhan dengan segala amal penghayatannya akan memberikan pengalaman rohaniah yang unik dan istimewa. Menjadi harapan kita bersama agar Ramadan kali ini dapat menggerakkan hati nurani kita untuk melakukan pembaikan diri (self-improvement) serta meningkatkan kualiti diri menerusi penghayatan nilai-nilai unggul yang terumus dalam istilah inklusif taqwa. Selamat menjalani ibadah Ramadan.

Selamat Berpuasa



Skot79 Mengucapkan Selamat Berpuasa Khas untuk Warga Skot79 dan umat Islam Amnya.
كل عام وانتم بخير
Semoga puasa kita pada tahun ini diberkati dan diterima disisi Allah.

Untuk makluman , Majlis berbuka puasa Skot79 akan diadakan pada 8 Ogos 2012 bertempat di Senawang Negeri 9. Kehadiran perlu dinyatakan kepada Setiausaha Skot 79, Mej Nizar ,

Takziah Daripada Skot79

Skot79 merakamkan ucapan takziah kepada Yang Berbahagia Pengarah KAGAT diatas kembalinya ibu mertua beliau pada malam semalam. Jenazah selamat di semadikan selepas Jumaat petang tadi. Al Fatihah.

Skot 79 Kembali Menggegar

Salam persaudaraan buat Skot79


Sudah lama Blog Skot79 tidak di update. Bukannya merajuk atau hilang semangat sebaliknya, kerana kesuntukan masa dan keadaan yang tidak berapa mengizinkan. Walau apapun, Skot 79 sentiasa bersemangat untuk menyumbangkan bakti kepada kor dan perkhidmatan semata-mata kerana Allah. Di kesempatan ini juga Skot79 ingin mengucapkan tahniah kepada warga Skot yang mendapat anugerah samada berbentuk Quantiti atau Qualiti.

Skot 79 ingin merakamkan ucapan selamat berjuang kepada Mej Zainal Azira (Tok Wali) yang sekarang sedang berada di Afghanistan menggantikan Mej Hasbullah dan Mej Hj Tabizi (Tok Hafiz) serta Mej Syamsul Arianas yang berada di Lebanon. Dua orang skot79 ini adalah lambang kekuatan Skot79. Apa tidaknya, ramai lagi senior yang belum merasai berkhidmat di luar Negara , tetapi pucuk pimpinan tetap memilih Skot79. Itulah lambangnya kehebatan Skot79 dan bukti nyata terhadap kemampuan Skot79 untuk menerajui KAGAT di masa hadapan. Syabas Skot79.

Bagi yang gugur di tengah jalan tu…. Mej Azlisham (Medical), Mej Sakri (Medical) Mej Wadid ( Medical) anda semua tetap hebat. Kerana apa? Kerana anda telah menyahut cabaran untuk berjuang dan anda telah pergi melapor diri tetapi keadaan tidak mengizinkan maka anda di hantar pulang. Itu hebatnya Skot 79. Berani menyahut cabaran walauoun nyawa jadi taruhan. Mengikut maklumat yang di terima, Mej Sakri telah merayu-rayu untuk pergi berjuang tetapi Dr tidak membenarkan manakala Mej Wadid pula, telah melakukan latihan yang menyebabkan peluhnya keluar seperti percikan embun di pagi hari semata-mata untuk melayakan diri menyertai misi tetapi tersangkut dek tekanan darah yang terlalu laju mengatasi lajunya peluh. Itulah gambaran kehebatan dua orang skot kita, sanggup menggadai nyawa biarpun elaun yang ditawarkan tidak memadai.

Tidak lupa juga ucapan Selamat pulang kepada Skot yang telah menyelesaikan misi mereka bersana PBB stakat ini yang telah selamat pulang adalah Mej Hasbullah (Pak Lah) yang telah melaksanakan misi ke Afghanistan dan Mej Zul (Misi ke Lebanon). Pak Lah setakat ini telah menyertai 2 Misi antara bangsa. Pertamanya ke Timor Leste dan kedua ke Afghanistan. Kedua-dua misi ini bukannya mudah. Nyawa menjadi taruhan namun dek kekuatan diri Skot kita tetap mampu menggalas cabaran yang diamanahkan. Syabas Skot 79.

Skot79 Kembali Menggegar

KAKI AMPU YANG MUNAFIK

Pada suatu hari, seorang raja memanggil kesemua penasihatnya yang terdiri daripada mufti, menteri-menteri dan timbalannya, para hukama dan tokoh-tokoh agama negarawan ke istana hinggapnya. Mereka dijamu dengan pelbagai juadah dan dianugerah dengan bintang-bintang kehormat.

Selepas menikmati jamuan, raja mengeluarkan sebotol minyak wangi dari sakunya. Baginda membuka dan menghidunya. "Minyak wangi apa ni... busuk sangat baunya.." Sambil berkata begitu, raja itu menghulurkan botol itu kepada mufti di sebelahnya. Mufti itu menghidunya. "Ya, benar. Terlalu busuk minyak wangi ini." Minyak wangi itu diberikan pula kepada wazir di sebelahnya. Wazir itu berkata, "Betul Tuanku! Minyak wangi ini memang busuk." Begitulah seterusnya botol itu diedar kepada para jemputan yang ada di balairong. Kesemua mereka mengatakan busuk sebagaimana didakwa oleh rajanya.

Akhirnya sampailah kepada giliran seorang memanda menteri. Sebaik saja menciumnya, dia terus berikan respons, "Tidak betul, mana ada minyak wangi yang tidak wangi. Kesemua minyak wangi adalah wangi termasuk yang ini. Minyak wangi ini sangat harum, tidak seperti yang tuan-tuan katakan."

Mendengar kata-kata memanda menteri tadi, raja itu tersenyum sambil berkata, "Benar kata-kata menteriku ini. Kamu semua adalah pengampu yang berbohong. Kamu sanggup menyembunyikan kebenaran kerana nak mengampu dan menjaga status kamu semua. Mulai hari ini pengampu-pengampu semua dipecat dari sebarang jawatan. Memanda menteri yang berkata benar ini beta lantik menjadi penasihat diraja."


MORAL & IKTIBAR

  • Seorang pemimpin yang benar-benar sedar tentang peranannya sebagai khalifah Allah di muka bumi ini sentiasa berusaha menegakkan kebenaran dan menghapuskan kebatilan. Mereka bersedia menerima teguran membina daripada rakyat-rakyat dan orang bawahannya meskipun pahit didengar. Sebaliknya mereka benci kepada orang-orang yang suka mengampu dan memujinya tanpa hak.
  • Mereka yang Allah kehendaki menjadi manusia yang baik rela mendengar pendapat dan kritikan orang lain terhadapnya.
  • Bertuahlah sesebuah negara yang mempunyai umara' (raja) yang menghampiri ulama' dan binasalah sesebuah negara yang mana ulama'nya suka menghampiri umara'.
  • Kata-kata yang ikhlas disukai Allah meskipun dibenci oleh semua manusia. Sebaliknya kata-kata yang tidak ikhlas dibenci Allah meskipun digemari oleh semua lapisan manusia.
  • Carilah keredhaan Allah meskipun terpaksa berdepan dengan onak dan duri.
  • Kebaikan sejati ialah berani berkata benar di depan pemerintah yang zalim.
  • Pemerintah yang zalim suka mempunyai penasihat-penasihat yang berkata manis kepada dirinya walaupun tidak benar.
  • Jauhi sifat munafik kerana ia ibarat musang berbulu ayam. Membiarkan si munafik bermaharajalela seolah-olah merosakkan keseluruhan mukabumi Allah ini dengan noda dan dosa.
  • Allah membenci orang yang munafik. Oleh sebab itulah kedudukan orang munafik adalah paling hina daripada orang kafir. Orang kafir jatuh kerana kejahilannya tetapi si-munafik berkata bohong sedangkan dia tahu itu adalah salah. Justeru, Allah meletakkan orang munafik di kerak neraka yang paling bawah.
ingatlah wahai sahabatku....Jangan jadi pak turut sehingga menggelapkan kebenaran yang sepatutnya diperjuangkan.

Tahniah

Sekalung tahniah Skot79 ucapkan kepada Lt Kol Dr Burhanudin diatas pemakaian pangkat Lt Kol. Semoga Dr Bob akan terus menyumbangkan idea untuk kemajuan ATM.

Calon Utama Skot79 Ke Afghanistan Kemalangan

Sekalung doa semoga lekas sembuh buat warga Skot79 iaitu Mej Riduan Hussin (Duen Mat Bulat) , kerana terlibat dengan kemalangan jalan raya pada pagi ini. Beliau mengalami patah tulang bahu dan sekarang sedang berusaha mendapatkan rawatan daripada pakar homeopathi.

Luncuran Boieng

Perintah ulung pengarah KAGAT ke 5, rasanya dah lebih 10 kali saya membacanya. bukan tak faham, sebaliknya cuba melihat kepada realiti sebenar untuk melaksanakan.





Jika diamati dengan sebaiknya, Perintah Ulung itu merupakan projek Mega yang berbahagia Pengarah KAGAT untuk melonjakkan KAGAT dipuncak kegemilangan. Meminjam kata pengarah " kita akan luncurkan" maka saya teringat kepada pesawat Boieng. ini kerana dalam bahasa indonesia, pelepasan pesawat biasanya digunakan istelah Peluncuran pesawat.





Menyebut soal boieng, mungkin ramai yang tidak mengetahui bahawa kilang Boieng yang dibina pada tahun 1916 itu mempunyai kaitan rapat dengan sejarah ketenteraan. nama Boieng diambil sempena nama pengasasnya iaitu Willian E Boieng. jika kita ingin membicarakan tentang apa yang menarik tentang William E Boing ini mungkin kita memerlukan satu seminar khas. Walau bagaimanapun cukuplah saya nukilkan kata-kata beliau yang boleh kita jadikan sebagai motivasi untuk kita terus berkhidmat menyumbangkan tenaga bagi agama, kor dan organisasi. kata anak kelahiran Jerman ini "Now I would say that people want to ride in airplanes more and more each day -- and I shall go so far as to say they will someday regard airplane travel to be as commonplace and incidental as train travel... We are trustees of a veritable revolution that is taking place once more in the economic, social, and political fabric with the advent of this new speed medium." rasanya kata-kata itu boleh diterjemahkan kepada kehendak orang ramai kepada perkhidmatan kor kita.





Bila membicarakan soal kapal terbang eloklah kita cuba berfikir secara kritis. Sesebuah kapal terbang digerakkan dengan dua engine. orang yang menggerakkan kapal terbang itu dinamakan pilot. pilot tidak bekerja sendirian sebaliknya dia bekerja dengan beratus-ratus orang lain yang mungkin dia tidak nampak bahkan mungkin juga berlaku situasi yang mana dia sendiri tidak pernah perasan tentang hal itu. Seorang pilot yang bijak akan melihat keadaan itu dengan teliti dan peka dengan situasi semasa yang berlaku.





Pilot mempunyai pilihan untuk menggerakkan kapal terbang itu kemana saja beliau suka. Beliau mampu membuat apa saja keputusan yang boleh membawa manafaat atau mudharat kepada sesebuah kapal terbang yang beliau terajui. Meskipun ada lembaga yang bertindak mengawal situasi daripada disalah gunakan namun, pilot boleh bertindak sendirian. Bila keadaan ini berlaku maka pada masa itu, pilot telah melakukan satu kesalahan besar kerana membahayakan masa depan penumpang yang beliau bawa. Keadaan ini mungkin boleh menyebabkan :









  • Kapal Terbang Jatuh



  • Kapal Terbang Ditembak Jatuh Oleh Pihak Tentera



  • Berlaku Rampasan Kuasa , sama ada oleh Pilot lain yang mempunyai pengalaman dan peluang atau oleh Co Pilot.



  • Pilot Diarahkan Berhenti



  • Pilot Ditukarkan Ke Jawatan Lain






habis Soal pilot:




Keduanya soal engine. Kapal terbang Boieng digerakkan oleh dua engine. Jika kedua-dua engine ini berfungsi dengan baik maka insya Allah, kapal terbang itu dapat terbang dengan baik. Jika tidak maka kapal terbang itu mungkin tidak dapat terbang dengan baik. Mungkin juga tidak dapat terbangpun cuma hanya memanaskan engine di Lapangan Terbang sahaja. bagi penumpang bodoh, mungkin beliau merasakan bahawa kapal terbang itu telah berlepas diudara dengan selamatnya. bagi penumpang yang bijak, mereka akan menilai dan membuat ukuran terhadap pencapaian kapal terbang yang beliau naiki itu. Jika situasi ini berlaku maka OWNWER syarikat penerbangan itu mesti membuat keputusan sama ada :







  • Merehatkan Engine itu dan ditukarkan dengan engine baru



  • Membaiki Engine yang rosak dan terus kekalkannya



  • Upgrade engine itu. bagi kuasa kepadanya. Woooooiiiiiiiiiiiiiiii Brother! Engine Boieng bukannya 70 cc la. Kapcai bolehlah. 650CC pun hanya boleh gerakkan kancil sahaja.



  • Tubuhkan suruhan jaya menyiasat bagaimana engin 70 CC boleh berada di pesawat Boieng. Adakah keputusan lembaga syarikat, kehendak CO bahagian tertentu dalam organisasi ataupun terdapat konspirasi tertentu.






Bagi penumpang, mereka sepatutnya mesti peka dengan segala situasi yang berlaku. jangan rasa selamat sentiasa. Mesti tahu kemana arah pilot dan ko pilot nak bawa saudara. mesti tahu kemampuan engine pesawat kerana takut nanti kita TERLEPAS JATUH hanya dilandasan. Belum lagi terbang...... HE.....HE......He.




LAWAK BODOH PAGI SABTU.

Amanah Dalam Memimpin Organisasi

Allah S.W.T. dalam al-Quran dengan jelas berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya menyerahkan segala jenis amanah kepada ahlinya (yang berhak menerimanya)" (An-Nisa': 58). Dalam konteks ayat ini boleh juga dimaksudkan kepada individu yang dipertanggungjawabkan untuk mentadbir dan mengurus sesebuah organisasi. Amanah ini hendaklah diserah kepada seseorang yang berhak dan berkelayakan. Maju mundur sesebuah organisasi bermula dengan mutu kepimpinan yang dilantik. Kegagalan dalam proses perlantikan kepada yang layak akan memberi kesan yang malap kepada organisasi. Justeru itu terdapat beberapa kaedah dari sudut sistem untuk memilik seseorang untuk menerajui sesebuah organisasi. Di antaranya ialah melalui jawatankuasa hal mencari (search committee). Jawatankuasa ini hendaklah di anggotai oleh ahli-ahli yang berakhlak dan berkelayakan. Jika tidak ia nampak cantik dari segi proses tetapi gagal memenuhi semangat dan tujuan jawatankuasa diwujudkan.
Pemimpin yang dipilih seharusnya menganggap peluang untuk memimpin sesebuah organisasi itu sebagai satu amanah untuk menerajui organisasi tersebut mencapai ke tahap yang paling cemerlang. Justeru itu pemimpin harus memiliki wawasan yang jauh, bersikap dinamik dan sentiasa berusaha memajukan organisasi. Kejujuran dan keikhlasan pemimpin dengan amanah tersebut adalah asas penting. Pemimpin yang jujur akan mengorbankan tenaganya untuk memperbaiki prestasi organisasi secara berterusan. Ia bukan sekadar menjaga status quo prestasi organisasi tetapi disebaliknya berusaha untuk berterusan membuat pembaharuan ke arah kebaikan.
Kegagalan sesebuah organisasi berprestasi dengan cemerlang, kebanyakan disebabkan oleh pemimpin yang tidak jujur, yang mengutamakan kepentingan peribadi daripada kepentingan organisasi. Sikap negatif yang demikian banyak menimbulkan gejala kepada prestasi organisasi. Masyarakat tidak boleh membendung pemilihan pemimpin organisasi yang bermasalah. Bahkan usaha mempertahankan pemimpin yang tidak beramanah adalah kesilapan yang besar mengikut Islam.
Disamping itu kegagalan organisasi mungkin disebabkan pemilihan pemimpin yang tidak berkelayakan dan berpengalaman. Kelayakan bersandarkan kebolehan seseorang pemimpin menjayakan matlamat yang telah digariskan untuk organisasi. Pengalaman adalah pendedahan yang pernah dilalui oleh seseorang dalam tugasan yang berkaitan.
Pemimpin harus mempunyai anggapan bahawa mutu penghasilan organisasi adalah sebagai nilai positif yang mampu sentiasa dimajukan. Pandangan tersebut memerlukan kepada usaha mewujudkan satu budaya - iaitu aliran pemikiran, perasaan dan cara bekerja dalam sesebuah organisasi tersebut semoga mempertingkatkan mutu prestasi adalah usaha yang berterusan untuk ke semua lapisan pekerja. Amalan yang maju ini perlu dijadikan budaya dalam organisasi.
Untuk mewujudkan budaya tersebut tidak memadai pemimpin mempunyai sikap positif terhadap mutu tetapi sekaligus ia memerlukan kepada kemampuan memimpin secara kreatif dan inovatif semoga tuntutan positif terhadap mutu dapat diterjemahkan menjadi satu budaya yang sihat dalam organisasi tersebut. Kesemua lapisan warga organisasi perlu digembeling untuk menyumbang ditahap tertinggi dan sekaligus mampu berurusan sesama individu secara muafakat. Kecapaian ini bukannya mudah, bahkan ia memerlukan kebolehan pemimpin dengan seni kepimpinannya yang luara biasa.
Pemimpin juga seharusnya bersikap positif terhadap kebajikan kepada ke semua lapisan pekerja. Mementing kebajikan pekerja adalah satu ciri yang akan membawa kepada prestasi kejayaan organisasi tersebut. Pekerja adalah pelaksana kerja organisasi. Jika semangat bekerja di kalangan pekerja menurun sudah pasti prestasi yang bermutu sukar dapat dihasilkan oleh pekerja. Faktor kebajikan pekerja mesti mendapat pembelaan yang baik kerana kejayaan organisasi mampu dicapai oleh kemampuan memartabatkan kebajikan pekerja dan bukan faktor kemajuan teknologi sahaja. Bahkan tidak akan terdapat kemajuan teknologi tanpa penyelesaian persoalan kebajikan pekerja.
Tepat dengan maksud tersebut perancangan yang syumul dan rapi dalam latihan warga organisasi perlu dibangunkan dengan secara berkesan. Kebajikan kepada pekerja yang utama ialah kemampuan kepimpinan organisasi secara berterusan meningkat kemampuan prestasi keseluruh warga organisasi. Setiap individu pekerja mahu meningkat dalam kedudukan kerjayanya. Kebajikan pekerjaan dengan kata lain ialah kemampuan pemimpin memajukan kerjaya setiap warga organisasi.
Islam melihat golongan pekerja sebagai saudara dan rakan kongsi kepada majikan dan barisan pemimpin. Oleh itu gabungan yang padu perlu dipereratkan dengan memberi penekanan kepada kebajikan yang hak kepada golongan pekerja oleh majikan dan pimpinan organisasi.
Dalam usaha meningkat mutu prestasi organisasi, pemimpin juga semestinya memiliki pandangan dan wawasan yang jauh. Pemimpin sepatutnya mampu mengariskan arah tuju organisasi tersebut semoga dapat berperanan secara sesuai dan berkesan dengan perubahan suasana yang makin mencabar. Kejayaan ini memerlukan kepada penguasaan kefahaman kepada keadaan semasa dan bersikap (futuristic ) kehadapan kepada apa yang jangka berlaku pada aktiviti organisasi masa hadapan.
Pemimpin organisasi dengan itu perlu memahami pergolakan politik, ekonomi, budaya hidup masyarakat dan hasrat negara untuk berperanan secara berkesan. Dalam suasana semasa yang kerap berubah, seseorang pemimpin tidak hanya mencukupi menguasai kemahiran profesional sahaja, ia seharusnya juga dapat menghayati harapan kepada apa bentuk perubahan yang akan berlaku.
Kejayaan yang perlu diterokai oleh sesebuah organisasi dalam negara khususnya organisasi perniagaan sepatutnya berbentuk kejayaan jangka panjang. Dalam era kesejagatan sekarang, kejayaan jangka panjang biasanya bergantung kepada kemampuan meluaskan penguasaan pasaran, termasuk pasaran antarabangsa. Dalam menghadapi persaingan antarabangsa mutu kepimpinan yang cemerlang mampu menerajui organisasi bersaing dengan organisasi antarabangsa. Pentas antarabangsa sepatutnya menjadi ukuran kepada kejayaan kepimpinan seseorang individu.
Di samping memiliki wawasan dan matlamat yang bertaraf sejagat, mutu kepimpinan dapat dinilai dan ditentukan kepada kemampuan pemimpin terbabit menterjemahkan wawasan organisasi kepada bentuk program dan kegiatan semoga hasil barangan dan perkhidmatan yang hendak dikeluarkan mampu menembusi pasaran antarabangsa.
Banyak organisasi tidak beroperasi secara berkesan kerana kegagalan dan ketidakmampuan pemimpin organisasi tersebut menterjemah wawasan organisasi dalam bentuk aktiviti dan kegiatan atau jenis pengeluaran menepati hasrat organisasi tersebut. Pemimpin yang berjaya adalah mereka yang bersikap kreatif dan inovatif serta berkeinginan berusaha semoga organisasi tersebut sentiasa berada dibarisan hadapan dan mempengaruhi suasana pasaran.
Peningkatan mutu kepimpinan organisasi bagi Islam ialah untuk meningkat prestasi organisasi. Sekaligus ia juga meningkat kebajikan pekerja dan seterusnya masyarakat. Pemimpin sesebuah organisasi dengan itu sentiasa perlu berusaha meningkat prestasi organisasi yang dipimpinnya. Kejayaan sesebuah organisasi merupakan kejayaan sesebuah masyarakat. Pada masa kini pada lazimnya tugasan dilaksana melalui organisasi. Justeru itu, Nabi S.A.W. memperingatkan umatnya tentang amanah kepada memimpin dengan sabda baginda, yang dilapor oleh Ibn Umar yang bermaksud "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dipertanggungjawabkan terhadap mereka yang berada di bawah kepimpinan kamu."

Rencana ini adalah hasil tulisan Nik Mustapha Bin Nik Hassan, Timbalan Ketua Pengarah IKIM yang disiarkan dalam Berita Harian bertarikh 08/04/2009

इस्लाम यंग स्युमुल

ejarah telah merakamkan bahawa Islam pada suatu ketika dahulu pernah menguasai dan menjadi kuasa besar dunia. Hari ini dunia menyaksikan bagaimana umat Islam yang suatu ketika dahulu berkuasa kini bergelut dengan berbagai-bagai penindasan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam.

Umat Islam telah ketinggalan dalam banyak bidang baik dari segi pendidikan, ekonomi dan politik. Apakah punca kejatuhan umat Islam bukanlah merupakan satu tajuk yang ingin dibincangkan di sini sebaliknya penulis ingin membincangkan peranan yang boleh dimainkan oleh setiap individu muslim bagi mengembalikan maruah yang telah dirampas.

Allah SWT telah berfirman yang bermaksud “ sekiranya kamu berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalilah kejalan Allah dan Rasul”. Kembali kepada Allah dan Rasul beerti merujuk segala permasalahan yang timbul berpandukan kepada pengajaran Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

Al Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW merupakan kitab yang mempunyai mukjizat tersendiri dan telah sempurna isi kandungannya untuk menjadi pedoman bagi kehidupan manusia. Sabda nabi SAW " Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, sekiranya kamu berpegang kepada keduanya maka kamu tidak akan sesat untuk selama-lamanya iaitu Al Quran dan Sunnahku." Firman Allah “ Hari ini aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah sempurnakan bagi kamu nikmatKu dan Aku redha agama Islam itu sebagai agama anutan bagi kamu”

Islam bukanlah satu agama yang berkonsepkan ibadat khususiah semata-mata sebaliknya Islam merupakan satu agama yang mengatur perjalanan hidup penganutnya secara lengkap bersesuaian dengan fitrah semulajadi manusia. Hal ini telah dijelaskan oleh Salman Al Farisi tentang kelebihan ajaran Islam yang mengajar dan mengatur perjalanan hidup penganutnya hingga keaspek-aspek yang kecil hatta kepada adab muslim didalam tandas.

Allah SWT, tuhan yang menciptakan manusia dengan keluasan ilmunya sememangnya mengetahui tentang kelemahan manusia. Manusia tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan justeru itu setiap suruhan dan larangan dalam ajaran Islam terdapat sistem penguatkuasaan yang membezakan ajaran Islam dengan ajaran lain. Sebagai contoh, Islam mengharamkan zina. Bagi menguatkuasakan pengharaman ini maka Islam meletakkan hukuman sebat bagi penzina yang bukan muhsin dan rejam bagi penzina muhsin. Hukuman keatas mereka ini disyaratkan agar dilakukan dikhalayak ramai agar memberi pengajaran kepada orang lain supaya menjauhi tegahan Allah.

Tujuan hukuman didalam Islam adalah untuk mengajar dan membendung manusia dari melakukan tegahan Allah dan bukannya untuk menyiksa mereka yang telah melakukan kesalahan. Qaedah Fiqhiyyah menyatakan “ Tolaklah hudud dengan kesamaran”. Ini menggambarkan kepada kita bahawa tujuan hukuman dijalankan didalam Islam adalah untuk mendidik manusia menjadi insan yang berdisiplin dan patuh kepada suruhan Allah.

Keseluruhan ajaran Islam adalah bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia dengan bersistematik agar umat manusia menjadi umat yang unggul dan berjaya. Kejayaan didalam pandangan Islam bukanlah terletak kepada penguasaan nilai material semata-mata sebaliknya kejayaan dalam Islam dinilai kepada kemampuan seseorang mematuhi dan mengamalkan ajaran agama sehingga mereka mampu mentadbir urusan dunia sesuai dengan amanah yang dipertanggungjawabkan iaitu sebagai khalifah Allah.

Dalam menilai sesuatu kejayaan juga maka kita dapati bahawa ukuran kejayaan bagi seseorang individu Muslim dapat dilihat berdasarkan firman Allah SWT didalam surah Al Mukminun ayat 1 hingga 11 yang bermaksud “Sesungguhnya telah berjayalah orang-orang yang beriman. Iaitu orang yang khusuk didalam solatnya dan orang orang yang menjauhkan dirinya dari perkara-perkara yang tidak berguna dan orang orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba yang mereka miliki. Maka sesungguhnya dalam hal ini mereka tidak tercela. Barangsiapa mencari yang selain daripada itu maka sesungguhnya mereka itu adalah orang yang melampaui batas. Dan orang orang yang menjaga amanah-amanah dan janji-janjinya. Dan orang-orang yang menjaga sembahyang-sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. Iaitu yang akan mewarisi syurga firdaus. Mereka kekal didalamnya.”

Jelaslah kepada kita bahawa terdapat tujuh ciri-ciri individu yang berjaya seperti yang telah ditegaskan oleh Allah SWT melalui firmannya di atas. Golongan itu ialah :

i. Individu yang khusuk didalam sembahyang. Mereka adalah golongan yang dapat menjaga hati mereka dan menumpukan sepenuhnya terhadap amalan yang mereka lakukan. Setiap amalan yang mereka lakukan itu adalah semata-mata kerana Allah SWT. Apabila hati mereka telah khusuk maka sembahyang itu merupakan penjaga bagi mereka daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar sebagaimana firman Allah “ Sesungguhnya sembahyang itu dapat mencegah daripada perbuatan keji dan mungkar.”


ii. Individu yang dapat menjaga diri mereka daripada melakukan perkara-perkara yang tidak berguna. Mereka ini adalah golongan yang menjaga masa dan menumpukan setiap perbuatan dan percakapan kearah perkara-perkara yang boleh memberi input kearah perkembangan Islam.Allah SWT telah berfirman “ Demi masa sesungguhnya manusia berada didalam kerugian melainkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh.Nasihat menasihati diatas landasan kebenaran dan nasihat menasihati denagan penuh kesabaran.”
iii. Individu yang mengeluarkan zakat. Golongan ini adalah golongan yang patuh pada suruhan Allah serta bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Secara langsung perbuatan mereka ini dapat membantu ekonomi umat Islam serta merapatkan jurang diantara golongan kaya dengan golongan miskin. Firman Allah didalam surah al Taubah yang bermaksud “ Ambillah sebahagian daripada harta mereka itu menjadi sedekah (zakat) supaya dengan itu engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan engkau mensucikan mereka(dari sifat buruk).”
iv. Individu yang menjaga kemaluan mereka daripada perkara yang diharamkan oleh Allah.Mereka adalah golongan yang tidak melakukan zina, homoseksual dan lesbian.Golongan ini juga merupakan golongan yang menjauhi diri mereka daripada perbuatan yang boleh membawa kearah zina seperti berkhalwat ,bercampur gaul antara bukan muhrim secara bebas dan keterlaluan,memakai pakaian yang menjolok mata sehingga menimbulkan perasaan syahwat terhadap orang lain lebih-lebih lagi mereka yang mempunyai penyakit didalam hati,bercakap perkara-perkara lucah dan sebagainya.Firman Allah didalam surak Al Israk yang bermaksud “ Dan janganlah kamu mendekati perbuatan yang boleh membawa kepada zina kerana ia merupakan perbuatan yang keji dan jalan yang amat buruk.”
v. Individu yang menjaga amanat.Golongan ini adalah golongan yang sentiasa merasa diri mereka diperhatikan oleh Allah SWT.Setiap amanah yang dipikul dilaksanakan dengan baik biarpun ianya tidak diperhatikan oleh orang lain.Apabila amanat ini dijaga maka secara langsung ia membawa kepada kejayaan mewujudkan TQM (Total Management Quality).Perkara ini juga akan mewujudkan satu budaya hidup yang berdisiplin dan masyarakat akan dapat hidup dalam suasana puas hati (redha) dan tidak timbul sebarang perangsangka buruk kerana masing masing bekerja secara profesional.
vi. Individu yang memelihara janji dan menunaikannya.Memelihara janji bermaksud tidak berjanji sekiranya merasakan diri tidak mampu melaksanakan janji itu dan menunaikannya dan berusaha untuk menunaikannya apabila telah berjanji. Golongan ini merupakan golongan yang berhati-hati didalam melaksanakan sebarang tindakan dan mempunyai perancangan jangka pendek dan jangka panjnag yang jitu.Individu ini juga merupakan golongan yang tidak mempunyai kepentingan peribadi dan bekerja kerana Allah semata-mata.
vii. Individu yang memelihara solatnya. Mereka adalah golongan yang tidak tinggal sembahyang yang difardukan.Mereka akan tetap melakukan solat walau dalam apa jua keadaan sekalipun. Golongan ini akan merasakan ketenangan didalam setiap pekerjaan yang dilakukan kerana paling kurang mereka akan rukuk dan sujud kepada tuhan Rabbul Alamin sebanyak lima masa dalam sehari semalam. Ini membawa erti bahawa disamping usaha yang dilakukan maka pengharapan sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT. Betapa besarnya perananan solat dalam kehidupan seseorang muslim dapat dilihat mealui peristiwa saat-saat terakhir hayat Rasulullah yang menekankan agar manusia mengambil berat tentang sembahyang. Suatu hakikat yang harus diterima bahawa antara punca berlakunya banyak gejala moral pada masa kini adalah disebabkan oleh kealpaan manusia terhadap ibadat solat ini.

Tidak keterlaluan sekiranya dikatakan bahawa tujuh perkara ini adalah antara kunci penyelesaian kepada masaalah yang melanda masyarakat kita. Sebagai contoh masaalah penglibatan para pelajar dengan kumpulan samseng, masalah ragut, perzinaan, jenayah rogol dan sebagainya adalah disebabkan daripada roh solat tidak dapat hidup didalam jiwa mereka.

Tidak khusuk didalam solat menyebabkan keagungan Allah dan kebesaranNya tidak dapat meresap didalam sanubari mereka. Keadaan ini akan menyebabkan mereka menjadi pengkagum kepada ajaran songsang yang disebarkan oleh kenaifan tamadun barat kini. Tidak pelik sekiranya suatu masa dahulu kita dapati ada dikalangan manusia yang sanggup memuja syaitan dan melakukan perbuatan perbuatan yang menyalahi akidah umat Islam.

Begitu juga dengan masaalah masaalah lain yang melanda negara kita. Pokok utama adalah disebabkan kurangnya pendidikan agama yang diterapkan kepada anak-anak dan sekiranya ada, ianya tidak dititik beratkan dan dikuatkuasakan sehingga dapat mewujudkan kekaguman, penghormatan dan kepatuhan anak-anak terhadap ajaran agama.

Tujuh perkara yang menjadi neraca bagi mengukur kejayaan seseorang individu muslim itu , sekiranya tidak diambil berat maka ianya akan menjadi peruntuh kepada ketamadunan ummat. Sejarah keruntuhan sesebuah kerajaan Islam dapat dilihat berakibat daripada kurangnya penekanan para pemerintah pada masa itu terhadap perkara-perkara ini seperti leka terhadap solat, hanyut dengan keseronokan dunia sehingga membazir masa dengan berbagai bentuk hiburan,tamak haloba sehingga tidak mahu mengeluarkan zakat, terjerumus didalam kancah penzinaan sehingga sanggup menyimpan gundik-gundik, tidak melaksanakan amanat yang dipertanggungjawabkan iaitu memimpin negara dan menjaga kehormatan Islam dan sebagainya.

Umat Islam sepatutnya menjadi pendominasi kepada seluruh aspek kehidupan manusia. Sebaliknya pada masa kini kita lebih menjadi ‘carbon copy’ kepada orang bukan Islam. Sudah tiba masanya untuk kita mengembalikan keagungan agama kita dalam bentuk modul yang boleh dirujuk oleh seluruh manusia yang berada diatas muka bumi ini sebagaimana ianya telah dilakukan oleh Baginda Rasulullah SAW, para sahabatnya ,khalifah-khalifah Islam dan seluruh para pejuang Islam. Kita tetap meyakini bahawa “ Islam itu sentiasa berada di puncak dan tidak ada yang dapat menandinginya”

KAGAT OH KAGAT 3

Bila kita meluahkan perasaan tentang KAGAT, bukanlah bermaksud KAGAT tidak baik. Banyak perkara yang telah dilakukan oleh KAGAT dalam usaha membina benteng diri ketahanan spiritual anggota ATM. Apa yang kita luahkan ini hanyalah sekelumit perasaan bertujuan untuk meningkatkan lagi keupayaan KAGAT dalam mencapai VISInya.

Sebagai contoh, lihatlah apa yang telah dilakukan oleh Lt Kol Jaafar. Bagaimana beliau berfikir dan merancang untuk KAGAT. Begitu hebat sekali. Malangnya, beliau tiada satu alat iaitu apa yang dinamakan KUASA untuk melaksanakan idea dan perancangannya itu. Idea dan peranccangan beliau memerlukan kuasa kuda melebihi 3000CC. Kalau kuasa kuda yang ada setakat 850CC maka pastinyalah segala idea dan perancangan Lt Kol Jaafar itu dianggap sebagai tidak berpijak di alam nyata.

Bercakap soal Lt Kol Jaafar, kami di Sel Inspektorat sebenarnya amat kagum dengan cara dia bekerja. Semangat untuk membawa perubahan dalam KAGAT begitu berkobar-kobar. Dia bekerja dengan penuh keikhlasan dan seolah-olah tidak mengenal penat. Nak tengok dia mengampu untuk menaikkan diri, jauh sekali. Kadang-kadang kami amat kesian kerana kami dapati beliau seumpama lilin yang membakar diri, untuk memberi cahaya kepada orang lain. Lebih kesian lagi apabila selepas segalanya menjadi terang, beliau seolah-olah sudah tidak ada nilai lagi. Disimpan dan menunggu masa untuk digunakan kembali. Itu pandangan kami yang berada dibawah Sel beliau.

Ada orang berkata, beliau tidak ada “command”. Bagi saya, dakwaan itu adalah karut semata-mata. Saya sendiri pernah melihat bagaimana beliau memanggil mengadap seorang pegawai berpangkat Mejar kerana tidak menghadiri perbarisan mingguan pada hari Isnin. Mana buktinya beliau tidak ada “command”. Siapakah PS 1 yang dikatakan ada “command” dan sanggup menegur kesalahan pegawai bawahan? RSM sendiripun tak mampu berbuat begitu. Bukankah begitu RSM KAGAT? Kalau kata-kata saya ini tidak betul maka, maaflah RSM ye, tetapi laporan yang saya minta berkaitan insiden pada 24 Okt 2011 lalu masih belum saya terima…. Takut kat anak buah ke???

Lt kol Jaafar ada nilai di pasaran luar. Beliau mempunyai master dalam bidang insurance Islam. Kalau dekat luar tu, pastinya banyak syarikat insurance yang berebut-rebut untuk mendapatkan khidmat dan kepakaran beliau. Tambahan pula, beliau mempunyai kepakaran dalam bidang pengurusan dan mahir serta dianggap pakar dalam sistem pengurusan seperti Balancescore Card, Star Ratting, OBB, ISO dan berbagai bidang lagi. Kepakaran beliau bukan diiktiraf oleh KAGAT semata-mata bahkan ianya telah diiktiraf oleh ATM, agensi kerajaan dan agensi swasta luar termasuk mendapat pengiktirafan luar Negara. Kalau beliau ingin mengejar income, dekat luar, beliau mampu meraihnya. Dan kalaulah beliau berada di university, saya rasa dengan cara beliau bekerja ini, kita mengkin telah mengenali beliau sebagai Profesor Dr Mohd Jaafar bin Awang. Dan mungkin wajah beliau akan menghiasi kaca TV serta tulisan beliau menghiasi dada-dada akhbar. Namun sayang, permata yang berharga ini seolah-oalah tidak di nilai didalam KAGAT dan ATM. Walaubagaimanapun, syabas kami ucapkan untuk Lt kol Mohd Jaafar di atas sumbangan beliau kepada ATM dan KAGAT.

Okeylah sahabat Skot79, next time kita berbicara tentang ILMI dan Panglima ILMI yang telah membawa kemajuan untuk ILMI… Lt Kol Ku Ibrahim….. yang lain tu, tunggu turn la…. Okey Wassalam.

KAGAT OH KAGAT Siri 2

Nama KAGAT begitu Gah dipersada tanah air. Apa tidaknya, sudah 2 orang pengarah KAGAT telah dilantik sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri dengan memegang port polio Menteri Agama. Pastinya perlantikan 2 orang bekas Pengarah KAGAT ini mampu menyuntik semangat dikalangan warga KAGAT untuk melaksanakan tugas dengan lebih berkesan. Tidak kurang juga mungkin ada yang memasang angan angan untuk menjejaki langkah 2 orang Mantan pengarah KAGAT itu. Apa yang penting, bagi sesiapa yang memasang angan-angan tu, maka, pastikan enjin anda mampu menggalas tugas yang amat mencabar itu. Kalau setakat enjin 650CC, maka lebih baik kuburkan sahaja cita-cita anda itu. Kalaupun enjin anda setakat 750CC atau 850CC, anda masih tak mampu memasang angan-angan tersebut. Untuk menguji enjin anda maka marilah kita tengok beberapa isu kecil yang patut diberi perhatian :

Fleksi Mejar

Ramai kapten-kapten mengharapkan agar kertas kerja untuk memfleksikan kapten/mejar Berjaya dan diluluskan. Mungkin ada yang sudah memasang angan-angan duduk sebaris dengan OC-OC di pasukan. Apa tidaknya, semasa melapor diri dulu, para OC yang berada di pasukan baru berpangkat Lt Muda tapi kini sudah berpangkat Mejar.dulu mereka memanggil kita tuan, kini kita pula panggil mereka tuan. Tuan ustaz pula, dulunya kapten, kini masih lagi kapten dan mungkin 5 tahun lagi masih kapten dan lebih malang….. pencenpun kapten. Cuba bayang kan, kalaulah Lt Muda yang kita kenal itu telah memegang pangkat Jeneral dan pada masa itu saudara masih lagi kapten.

Kalau saudara kata “ Tidak mengapa, kita berkerja kerana Allah…Ikhlas….” , Saya Salute kepada saudara! Dan, dari sudut lain saya katakana saudara adalah bapak munafik yang menyembunyikan kekecewaan diri disebalik isu agama. Kalau saudara berpangkat Jeneral sekalipun saudara wajib bekerja kerana Allah… Bercakap soal berkerja kerana Allah , orang yang tidak buat kerjapun akan kata mereka berkerja kerana Allah, orang yang kejar pangkat, kaki ampu, maharaja wayang cina dan sebagainya akan berkata mereka berkerja kerana Allah….

Bagi kapten-kapten, sama ada Full Kapten atau Kapten baru, saya cadangkan agar anda semua menubuhkan Pakatan Suara Kapten. Pilihlah wakil kalangan saudara, individu yang berani bersuara, ikhlas, tidak mempunyai agenda peribadi dan sanggup berjuang untuk memperjuangkan masa depan saudara .Perjuangkan nasib saudara. Jangan mengharapkan keajaiban akan berlaku secara tiba-tiba. Ingatlah, jangan mengharapkan nasib saudara akan di bela oleh seseorang. Kebanyakan manusia hanya memikirkan soal kepentingan peribadi semata-mata. Perjuangan itu mestilah berlandaskan undang-undang. Bukan maksud saya agar saudara membuat demonstrasi atau memboikot sebaliknya hantarkan wakil saudara untuk berbincang tentang masa depan kapten-kapten dengan “individu” tertentu. Lihat dengan mata kepala saudara sendiri, apakah tindakan yang akan dan telah dilakukan. Follow setiap tahap progress. Jangan terlepas walai semilimeter sekalipun. Bukan tak percaya tetapi itulah yang dinamakan oleh Islam sebagai Itqan.

Bagi saya sendiri, saya telah lama tidak mengharapkan KAGAT untuk menjaga kebajikan saya. Soal posting, soal latihan kerjaya atau menyambung pengajian, soal pangkat, soal pingat, PBB, petugas haji dan segala bentuk kebajikan serta segala-galanya. Ada orang bertanya kepada saya, adakah saya ada membuat permohonan untuk menyambung belajar. Saya katakan “TIDAK!” dan saya sekali-kali tidak akan lagi membuat permohonan untuk menyambung belajar. Bagi saya “mereka” yang akan dihantar untuk menyambung pelajaran sudah ada di dalam tabung, mereka yang akan dihantar ke misi PBB, Petugas haji, bertugas di Brunei atau mereka yang akan pakai pangkat samaada… Mejar, Lt Kolonel, Kolonel dan sebagainya. Bagi saya, saya beranggapan semua calon-calon itu sudah ada. Siapa mereka… saya tidak tahu dan saya tidak berminat untuk mengambil tahu. Apa yang penting bagi diri saya, laksanakan tugas secara professional. Jangan jadi passanger, jangan jadi pacat, jangan tikam orang dari belakang. Jangan banyak berlakon. Nyatakan pendirian dengan jelas. Jangan berselindung.Jangan jadi pelakon wayang cina. Berpegang pada prinsip Smart Work lebih penting didahulukan daripada Hard Work bukan hanya Hard Work semata-mata sehingga mengobankan hak diri dan keluarga. Ini kerana diri, keluarga, organisasi dan tuhan ada hak masing-masing sebagaimana yang diingatkan oleh baginda Rasulullah s.a.w.

Dulu saya pernah memohon untuk menyambung pelajaran sama ada ijazah sarjana atau diploma lanjutan atau apa saja bidang pengajian. Setiap tahun saya memohon, dari tahun 2003 hinggalah 2009. Tanyalah Bgd Jen Dato Abdul Samad Komando, Kolonel (B) Abbas Komando, Kol Chapiti RAJD, Lt Kol Zainal RAJD,Lt Kol Redha RAJD dan Kol Yaakob Samiran Pengarah Sekretariat. Mereka semua telah membuat sokongan untuk saya menyambung pengajian dan memberi galakan namun sebaliknya, mereka yang tidak memohon dipilih untuk menyambung pengajian sedangkan saya mendapat habun bertahun-tahun dihantar bertugas berjauhan dengan keluarga. Saya telah memberitahu PSM bahawa keluarga saya tidak boleh berpindah kerana isteri saya terikat dengan Universiti Multimedia. Tidak banyak tempat yang dia boleh pindah…hanya Melaka dan Cyberjaya. Saya juga merayu kepada PSM agar dapat ditempatkan dekat dengan university (bukanlah sepagar dengan Universiti) kerana saya telah membuat permohonan belajar secara persendirian/separuh masa.

Alhamdulillah…. Mereka faham bahawa isteri saya hanya boleh bertugas di dua negeri sahaja iaitu Melaka dan Selangor maka Rayuan saya diterima dan saya telah di rancang untuk di tempatkan di 20 RAMD, Miri Sarawak. Al hamdulillah. PSM telah mendengar rayuan saya. PSM sungguh perihatin. Tidak ada sejarah dalam ATM yang mana PSM kor begitu perihatin sebagaimana KAGAT lakukan. Kebajikan saya dijaga. Mereka tahu bahawa saya mempunyai anak berupa manusia dan saya berkahwin dengan seorang manusia. Keputusan PSM itu bermakna, setiap minggu saya kena berulang alik dengan kapal terbang dari Miri Ke Melaka. Al Hamdulillah. Begitu perihatin KAGAT/PSM kepada saya. Pada asalnya 20 RAMD dicalonkan nama orang lain namun disebabkan individu ini teramat penting maka PSM telah mengambil keputusan untuk membatalkan posting beliau. Mungkin PSM melihat sekiranya beliau dipostingkan ke 20RAMD maka KAGAT terpaksa dibubarkan. Maka saya dicalonkan ketempat itu. Mungkin alas an PSM, isteri saya tidak perlukan nafkah batin, nafkah fizikal, kasih sayang atau mungkin PSM menyangka isteri dan anak-anak saya itu semuanya robot. Dalam KAGAT, ada beberapa individu penting yang menjadi tulang belakang KAGAT. Sekiranya mereka tidak ada maka KAGAT terpaksa dibubarkan. Lihatlah beberapa individu yang tidak boleh di keluarkan sama ada dari Jabatan Arah atau Lembah Kelang…. He…. He…. (Aku baru masuk je…. He…he…)

Dulu saya dengar ada sekumpulan manusia yang dihantar keBrunei pada setiap tahun. Mengikut cerita yang saya dengar di sana amat penat, Terlalu penat. Tenaga kita diperah seperah-perahnya. Tidak ada masa rehat… Woi… Dengar cerita tu, amat takut. Di takdirkan Allah, tahun ini saya dapat pergi ke Brunei. Itupun nama tak disenaraikan Cuma last minit nama dimasukkan. Bila saya pergi ke sana, saya lebih banyak mencari hakikat sebenar. Tak kiralah orang nak kata pacat ke, passanger kea tau apa ke, namun saya ada mission. Saya mahu melihat apakah hakikat sebenar di Brunei tu, apakah keistimewaan yang boleh saya ambil untuk diaplikasikan di Malaysia. Saya cuba membuat analisa dan saya perhatikan bahawa di sana tidaklah seperti yang digambarkan. Bahkan saya melihat di sana program agama dilaksanakan begitu sistematik. Qiamullail tiap-tiap malam tu tak pelik bahkan itulah yang sepatutnya dilakukan oleh tentera Islam. Apa yang dikatakan penat tu sama ada orang yang berkata itu tidak berkerja secara sistematik atau tidak professional atau memang kat Malaysia kerja sembelit maka kena berkerja sikit pun dah mengeluh penat….

Tengoklah, bila ada tawaran untuk berkerja di sana, maka akan timbullah individu yang mengaku mereka pakar dalam segalanya. Mereka pakar membuat silibus kerana mereka ada kursus TDO atau sebagainya sedangkan silibus yang mereka telah hasilkan nampaknya Out Of Date dan ketinggalan zaman. Dah tak relevan dengan keperluan semasa. Ada yang mengatakan mereka pakar motivasi. Bila di perhatikan mereka hanyalah pemain perasaan untuk membuat orang menangis bukan berjaya membangkitkan semangat atau membawa anjakan paradigma. Ada yang akan mengaku mereka pakar pengurusan dan pendek kata segala-galanyalah yang memungkinkan mereka di calonkan untuk mendapat Ghanimah di sana nanti.pada masa ini tidak dengar pula perkataan penat…. Pokok persoalannya adalah terletak kepada keputusan pengarah dan pihak pengurusan tertinggi. Adakah factor kenaliti atau factor kebolehan individu. Kalau kebolehan individu maka apakah indicator yang akan diguna pakai oleh pengarah dan pengurusan tertinggi. Adakah melalui pemerhatian secara kasar atau melalui pemerhatian secara terperinci. Ini kerana penilaian yang dibuat selama ini didapati hanya berpandukan penilaian pada persembahan kulit sahaja. Bukan isi atau intipati isi yang sebenar.
Okeylah Skot…. Sampai disini sahajalah dahulu. Semoga ketemu lagi. HIDUP SKOT 79. BAKAL PENERAJU KEPIMPINAN KAGAT MASA HADAPAN.